AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Lithuania Imbau Warganya Tak Pakai Smartphone China, Ini Tanggapan Xiaomi

ECONOMICS
Intan Rakhmayanti
Rabu, 29 September 2021 18:06 WIB
Otoritas keamanan siber Lithuania mendesak lembaga pemerintah negara tersebut untuk meninggalkan penggunaan 2 merek smartphone buatan China.
Otoritas keamanan siber Lithuania mendesak lembaga pemerintah negara tersebut untuk meninggalkan penggunaan 2 merek smartphone  buatan China. (Foto: MNC Media)
Otoritas keamanan siber Lithuania mendesak lembaga pemerintah negara tersebut untuk meninggalkan penggunaan 2 merek smartphone buatan China. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Beberapa waktu lalu otoritas keamanan siber Lithuania mendesak lembaga pemerintah negara tersebut untuk meninggalkan penggunaan 2 merek smartphone  buatan China, salah satunya Xiaomi.

Xiaomi mengaku telah mengetahui tentang laporan “Penilaian keamanan siber dari perangkat seluler berkemampuan 5G”  yang diterbitkan oleh Otoritas Keamanan Siber dan Informasi Lithuania (NCSC).

Juru Bicara Xiaomi dalam keterangan yang diterima, Rabu (29/9/2021), mengatakan bahwa mereka menanggapi laporan tersebut dengan serius.

"Biarpun kami membantah karakterisasi di temuan tertentu, kami juga bekerja sama dengan dengan pihak ketiga independen untuk menilai beberapa poin yang diangkat dalam laporan tersebut," tulis juru bicara itu.

Secara spesifik, Xiaomi ingin membahas dua masalah utama yang diangkat oleh laporan tersebut.

1. Dugaan penyensoran

Perusahaan menyebut tidak membatasi atau menyaring komunikasi ke dan dari pengguna. Mereka juga menyebut tidak pernah membatasi atau memblokir perilaku pribadi pengguna smartphone seperti menelepon, mencari informasi, menjelajah web dan menggunakan  perangkat lunak komunikasi milik pihak ketiga.

Laporan yang dirilis menunjukkan penggunaan piranti lunak manajemen iklan Xiaomi yang memiliki kemampuan terbatas untuk mengelola iklan berbayar dan push advertising yang dikirim ke perangkat seluler melalui aplikasi-aplikasi Xiaomi seperti Mi Video dan Mi Browser.

"Hal-hal ini dapat digunakan untuk melindungi pengguna dari konten yang menyinggung, seperti pornografi, kekerasan, ujaran kebencian, hingga referensi yang dapat menyinggung pengguna lokal. Ini adalah praktik umum di industri smartphone dan internet di seluruh dunia," terangnya.

2. Pemrosesan dan transfer data

Xiaomi mengatakan laporan tersebut keliru menunjukkan pengelolaan daya yang tidak tepat. Sebab pada kenyataannya, perusahaan mematuhi seluruh persyaratan GDPR, termasuk penanganan, pemrosesan dan transfer data end-user.

Setiap penggunaan data pribadi bergantung pada persetujuan yang sah dari end-user dan selalu sesuai dengan undang-undang serta peraturan lokal di Uni Eropa dan Negara Anggotanya.

"Xiaomi kembali menekankan bahwa kami berkomitmen untuk menjaga privasi dan keamanan para pengguna. Kami beroperasi dengan standar tertinggi dan mematuhi seluruh peraturan di tingkat lokal dan regional." pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD