AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Luhut Prediksikan 19,9 Juta Orang di Jawa-Bali Lakukan Perjalanan Saat Libur Nataru

ECONOMICS
Fahreza Rizky
Senin, 25 Oktober 2021 18:23 WIB
Akan ada 19,9 juta orang yang akan melakukan perjalanan di Jawa-Bali pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.
Luhut Prediksikan 19,9 Juta Orang di Jawa-Bali Lakukan Perjalanan Saat Libur Nataru
Luhut Prediksikan 19,9 Juta Orang di Jawa-Bali Lakukan Perjalanan Saat Libur Nataru

IDXChannel -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memerkirakan akan ada 19,9 juta orang yang akan melakukan perjalanan di Jawa-Bali pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Luhut mendapatkan data itu berdasarkan hasil survei Balitbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Peningkatan mobilitas diperkirakan terjadi pada libur Nataru. Berdasarkan survei Balitbang Kemenhub, untuk wilayah Jawa-Bali, diperkirakan yang melakukan perjalanan sekitar 19,9 juta, sedangkan Jabodetabek 4,45 juta," jelasnya usai rapat virtual dengan Presiden Jokowi, Senin (25/10/2021).

Luhut menegaskan peningkatan pergerakan penduduk tanpa protokol kesehatan ketat ini akan meningkatkan risiko penyebaran kasus. Adapun strategi yang dilakukan pemerintah tak akan berjalan maksimal jika tak ada pembatasan pergerakan orang.

"Presiden memberikan arahan tegas kepada kami  untuk segera mengambil langkah, keputusan dan kebijakan dan merancang agar tidak ada peningkatan kasus," terang Luhut.

Sebelumnya, Luhut memerkirakan pada Januari 2022 Indonesia telah masuk fase endemi setelah sebelumnya diguncang oleh pandemi.

Namun demikian, fase endemi bisa terjadi di Indonesia asalkan pada libur Natal dan Tahun Baru 2021 tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 akibat tingginya pergerakan orang. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD