AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Mahasiswa Indonesia Bisa Berperan Aktif Dalam Gelaran G20, Begini Caranya

ECONOMICS
Michelle Natalia
Sabtu, 28 Mei 2022 15:51 WIB
Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang.
Mahasiswa Indonesia Bisa Berperan Aktif Dalam Gelaran G20, Begini Caranya (foto: MNC Media)
Mahasiswa Indonesia Bisa Berperan Aktif Dalam Gelaran G20, Begini Caranya (foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian terus berusaha meningkatkan awareness dan antusiasme masyarakat Indonesia dalam rangkaian kegiatan G20.

Sebagai bagian dari peran strategisnya dalam fungsi Presidensi G20 Indonesia, pihak Kemenko terus mendorong kegiatan sosialisasi dan edukasi ke berbagai daerah guna memaksimalkan peran dan kontribusi masyarakat dalam momentum penting ini.

Kota Medan menjadi kota pertama dalam kegiatan sosialisasi, dengan menargetkan audiens dari kalangan mahasiswa. Lewat acara bertajuk 'G20 Campus Outreach: Fostering Global-Minded Indonesians' ini, diharapkan para generasi muda Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan G20 di sepanjang tahun 2022, yang dirangkul melalui Engagement Group – Youth 20 (Y20).

“Kita berharap G20 bukan sekedar ceremony. Kita harus mengambil manfaat khususnya untuk Indonesia. Momentum ini sangat berharga. Terlebih lagi kita ini adalah wakil dari negara berkembang,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, dalam sambutannya, di Hotel J.W. Marriott Medan, Jumat (27/5/2022).

Sebagai platform multilateral strategis yang menghubungkan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, G20 secara kolektif menjadi representasi dari perekonomian dunia dan memiliki posisi sangat strategis dalam menentukan masa depan pertumbuhan ekonomi dunia. Negara-negara yang tergabung dalam G20 ini menguasai 85 persen PDB dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan dunia, dan 66 persen populasi dunia.

Indonesia telah menjadi anggota pertemuan Forum G20 sejak awal terbentuknya yaitu di 1999, dan pada 2008 menjadi kali pertama Presiden Indonesia diundang pada KTT G20 di Amerika Serikat. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.

Presidensi G20 Indonesia yang diselenggarakan tahun ini bertujuan agar dunia dapat keluar dari krisis dengan lebih baik dan lebih tangguh. Hal ini tentunya membutuhkan transformasi cara kerja global, perubahan pola pikir dan model bisnis, pemanfaatan setiap kesempatan di tengah pandemi untuk menghasilkan terobosan baru.

Wakil Rektor III Universitas Negeri Medan Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd. menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenko Perekonomian ini. “Kami dari pimpinan Universitas Negeri Medan sangat menyambut baik acara sosialisasi tentang G20. Tentu harapan kita juga 20 kepala negara yang akan hadir, akan memetik manfaat-manfaat kehadiran mereka di Indonesia,” ungkapnya  lebih lanjut.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Sumatera Utara Dr. Edy Ikhsan, SH., MA. menyampaikan, “Kami juga menyambut baik sosialisasi ini sebagai pemanasan menjelang KTT pada November 2022 di Bali. Dan ini kesempatan buat anak-anak kami di sini dalam memahami G20 dan positioning Indonesia dalam kelompok 20 negara ini.”

Dalam Presidensi ini, G20 perlu memfokuskan pada penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan global yang efektif, guna memastikan perekonomian dunia tetap terbuka, adil, saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satupun yang tertinggal, khususnya kelompok miskin dan rentan.

Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang, sehingga tercipta tata kelola dunia yang lebih adil. Utamanya untuk memperkuat solidaritas dunia dalam mengatasi ancaman perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Diharapkan dengan sosialisasi ini peran strategis yang saya sampaikan tadi dapat ter-delivered. Paling tidak dengan sosialisasi ini kita tahu dan ke depannya kita bisa berpartisipasi pada bidang masing-masing,” pungkas Haryo. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD