AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Mal Masih Sepi Pengunjung Meski Sudah Sepekan Diizinkan Beroperasi, Kenapa?

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Minggu, 15 Agustus 2021 15:20 WIB
Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3-4 sejak 10-16 Agustus 2021, memperbolehkan  pusat perbelanjaan atau mal untuk dibuka.
Mal Masih Sepi Pengunjung Meski Sudah Sepekan Diizinkan Beroperasi, Kenapa? (Foto: MNC Media)
Mal Masih Sepi Pengunjung Meski Sudah Sepekan Diizinkan Beroperasi, Kenapa? (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3-4 sejak 10-16 Agustus 2021, memperbolehkan  pusat perbelanjaan atau mal untuk dibuka. Namun hingga sehari sebelum perpanjangan itu berakhir, mal masih terlihat sangat sepi.

Seperti yang terjadi pada Tamini Square, yang berada di bilangan Jakarta Timur. Berdasarkan  pantauan MNC portal, Minggu (15/8/2021), kios-kios di dalam mal masih banyak yang belum membuka kembali usahanya.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, pelonggaran yang diberikan saat ini masih belum dapat meringankan beban berat para pelaku usaha di pusat perbelanjaan indonesia yang sudah dialami lebih dari selama satu setengah tahun. Khususnya selama tidak beroperasional selama lebih dari lima pekan terakhir ini yaitu selama pemberlakuan PPKM Darurat dan PPKM Level.

"Oleh karenanya pusat perbelanjaan berharap perpanjangan kembali PPKM berdasar level untuk kesekian kalinya ini dapat benar-benar efektif sehingga secepatnya pula wilayah lain ataupun kota-kota lainnya dapat mendapat pelonggaran sehinga semua pusat perbelanjaan di Indonesia dapat beroperasi paling tidak sama seperti pada saat pemberlakuan PPKM Mikro," ujar Alphonzus Widjaja kepada MNC Portal.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh Euis Susiani (49), salah satu penjual busana wanita di Tamini Square. Menurutnya sejak 4 hari yang lalu diperbolehkannya untuk membuka tokonya kembali, hingga saat ini belum menunjukan perubahan yang signifikan.

"Kayaknya belum ya, karena pertama banyak toko yang belum buka, pengunjungnya, karena pakai aplikasi peduli lindungi itu pengunjungnya belum ramai," aku Euis kepada MNC Portal.

Meski demikian, Euis setuju dengan adanya penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu syarat untuk masuk ke kawasan perbelanjaan. Karena menurutnya selain mencari nafkah, kesehatan para pedagang dan masyarakat juga penting untuk diperhatikan.

"Tapi saya setuju aturan seperti itu, walaupun memang di sisi lain bagi pedagang berpengaruh bangat karena kan sementara kita harus membayar sevice cost, bayar sewa, karyawan, sedangkan kan omzet sekarang tidak ada," sambung Euis.

Euis berharap masyarakat dapat segera melakukan vaksinasi, supaya ketika kekebalan komunal sudah tercapai, tidak ada lagi hal yang perlu dikhawatirkan ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

"Harapannya supaya masyarakat itu sadar untuk divaksinasi supaya mereka bebas naik angkutan umum, bebas ke mal, supaya sadar masing-masing, karena kita pedagang juga kan melindungi diri sendiri juga," tutup Euis. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD