AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Mantap! Perdagangan RI Pecah Rekor di 2022, Tembus USD209,16 Miliar

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 13 Januari 2022 10:36 WIB
Sepanjang 2021, angka perdagangan RI berhasil memecahkan rekor baru pada periode Januari-November.
Mantap! Perdagangan RI Pecah Rekor di 2022, Tembus USD209,16 Miliar. (Foto: MNC Media)
Mantap! Perdagangan RI Pecah Rekor di 2022, Tembus USD209,16 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sepanjang 2021, angka perdagangan RI berhasil memecahkan rekor baru pada periode Januari-November. Nilai Ekspor Indonesia tercatat mencapai USD209,16 miliar atau naik 42,62 persen dibanding periode yang sama 2020.

“Pada periode ini, Indonesia juga mengalami surplus USD34,32 miliar. Tahun ini, pertumbuhan perdagangan sangat kuat. Jika kondisi ini konsisten, surplus Indonesia pada 2021 berkisar USD36—37 miliar. Ini jumlah tertinggi, lebih tinggi dari 2011,” kata Mendag, Kamis (13/1/2022).

Dikatakannya, ekspor nonmigas terbesar Indonesia berasal dari batu bara, diikuti minyak kelapa sawit (CPO), serta produk besi dan baja. Khusus untuk besi dan baja, pada periode Januari-November 2021 tercatat sebesar USD 18,62 miliar tumbuh mencapai 92,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.

“Batu bara dan CPO tumbuh cukup baik, akan tetapi besi dan baja juga tumbuh sangat bagus sehingga diversifikasi ekspor menjadi lebih baik. Elektronik juga tumbuh cukup baik menempati posisi keempat. Namun, yang terpenting sektor otomotif juga meningkat dan diharapkan tahun ini akan lebih meningkat lagi sehingga menjadi salah satu sektor yang paling penting untuk Indonesia,” jelasnya.

Mendag juga menyampaikan, saat ini Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp16.032 triliun dan sekitar 4 persen atau Rp632 triliun berasal dari ekonomi digital.  Pada 2030 PDB tersebut diprediksi akan tumbuh menjadi sekitar Rp28.000 triliun dan digital ekonomi akan tumbuh paling tidak sekitar delapan kali lipat menjadi Rp4.531 triliun. 

Pertumbuhan ekonomi digital terbesar berasal dari niaga elektronik sekitar Rp1.908 trilun atau sekitar 34 persen. Sektor bisnis akan mencakup satu per empat ekonomi digital Indonesia.

Mendag menambahkan, pada 2030, ekonomi digital Indonesia diperkirakan sebesar USD323 miliar. Artinya, ekonomi digital Indonesia 6 kali lebih besar dari Malaysia, 7 kali lebih besar dari Filipina, 8 kali lebih besar dari Singapura, dan paling tidak 4 kali lebih besar dari Vietnam.

“Jika Indonesia bisa mengikuti perkembangan Malaysia, ekonomi digital Indonesia bisa mencapai USD417 miliar, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara paling menguntungkan di Asia Tenggara untuk ekonomi digital,” tutup Mendag. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD