AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.48
N225
28124.28
-1.28%
-364.82
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,305
Emas
835,465 / gram

Maruf Amin: Berita Bohong Bisa Merusak Keutuhan Bangsa

ECONOMICS
Fahreza Rizky
Jum'at, 29 Oktober 2021 11:00 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan keberadaan berita hoaks atau bohong dapat merusak keutuhan bangsa.
Maruf Amin: Berita Bohong Bisa Merusak Keutuhan Bangsa. (Foto: MNC Media)
Maruf Amin: Berita Bohong Bisa Merusak Keutuhan Bangsa. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan keberadaan berita hoaks atau bohong dapat merusak keutuhan bangsa. Alhasil Indonesia menjadi sangat rentan menghadapi potensi konflik bagi antarsuku maupun umat beragama.

Oleh karena itu, kerukunan di masyarakat perlu dijaga secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemuka agama dalam mewujudkan kerukunan nasional. Salah satunya dengan mengatasi beredarnya berita bohong tersebut beredar di masyarakat.

“Pemerintah sendiri secara konsisten menjalankan menjaga kerukunan dengan berbagai pranata yang ada. [Mulai dari] tata pemerintahan, tapi juga tentu para tokoh agama. Tokoh umat beragama supaya menjadi elemen utama dalam menjaga kerukunan,” tutur Wapres Ma'ruf Amin saat menerima audiensi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) secara virtual dikutip dari rilis Setwapres pads Jumat (29/10/2021).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, kerukunan antarmasyarakat merupakan unsur utama yang dapat membentuk kerukunan nasional, dan kerukunan nasional merupakan pilar yang kuat dalam mewujudkan stabilitas nasional. Untuk itu, Wapres menekankan bahwa menjaga kerukunan merupakan suatu hal harus dilaksanakan. 

“Kita sama-sama terus menjaga mengawal kerukunan karena bangsa kita ini bangsa yang majemuk. Karena itu, mengawal kerukunan ini menjadi suatu keniscayaan buat kita bersama,” tegas Wapres.

Pada kesempatan yang sama, Wapres juga mengimbau kepada seluruh pemuka agama dan umat beragama agar dapat secara bijak menghadapi disrupsi teknologi dan informasi yang saat ini berkembang dengan pesat. Sebab, disrupsi ini dapat menyebabkan masyarakat terkonsumsi oleh berita bohong yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

“Seperti kita ketahui bahwa dampak negatif dari era teknologi informasi ini banyak terjadi berita bohong, hoax. Berita bohong ini kalau kita tidak antisipasi dapat berakibat merusak, menghancurkan daripada keutuhan bangsa kita ini. Sebab, sekarang ini antara kebenaran dan kebohongan itu sama, ya. Hingga umat kita supaya lebih cerdas menghadapi isu-isu hoax, berita-berita hoax ini,” imbau Wapres.

“Menyiapkan umat Hindu yang tergabung dalam PHDI dalam menghadapi era perubahan disrupsi teknologi yang sangat cepat ini. Sehingga umat Hindu pada khususnya dan umat beragama pada umumnya bisa lebih siap menghadapi perubahan ini,” tambahnya.

Menutup audiensi Wapres berpesan, terkait penanganan pandemi Covid-19, agar seluruh elemen masyarakat, termasuk PHDI dapat terus mengampanyekan pola hidup sehat diantaranya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mendukung akselerasi pemberian vaksinasi di Indonesia. 

“Sekali lagi saya juga mengharapkan peran dari PHDI karena kita sekarang masih dalam menghadapi Covid-19 dan belum berakhir. Kita berharap jangan sampai ada gelombang ketiga. Nah, itu supaya masyarakat kita tetap menjaga protokol kesehatan, mengikuti vaksinasi dan juga mematuhi [aturan-aturan] dalam berbagai kegiatan, yaitu aturan-aturan PeduliLindungi, unsur kesehatan, untuk kebaikan masyarakat itu sendiri,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya melaporkan tentang agenda yang akan diselenggarakan oleh PHDI yaitu Mahasabha XII. Selain itu, ia juga melaporkan konsistensi PHDI dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta dalam mengawal program-program pemerintah.

“Kami juga seperti arahan Bapak tadi, kita teruskan juga untuk membumikan Pancasila, moderasi beragama, stunting, kesehatan kita, kami teruskan ini Pak. Mudah-mudahan karena kami tahu juga untuk tahun depan tahun toleransi, akan ada G-20, kami berharap ini bisa guyub semua umat, kemudian kami berupaya untuk selalu seperti Pak Wakil Presiden arahkan kepada kami,” lapor Wisnu.

Selain Ketua Umum PHDI, hadir dalam audiensi ini Ketua Panitia Mahasabha XII PHDI Tahun 2021 Made Datrawan, Sekretaris Umum PHDI Ketut Parwata, dan Bendahara Umum PHDI Ida I Dewa Gede Ngurah Utama.

Sementara Wapres didampingi oleh Plt. Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto dan Masduki Baidlowi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD