AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Masyarakat Khawatir Vaksin AstraZeneca, Ini Tanggapan Indra Rudiansyah

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Sabtu, 31 Juli 2021 20:11 WIB
Salah satu peneliti vaksin covid-19 Indra Rudiansyah menanggapi masih banyaknya masyarakat yang khawatir akan vaksin AstraZeneca.
Masyarakat Khawatir Vaksin AstraZeneca, Ini Tanggapan Indra Rudiansyah (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Salah satu peneliti vaksin covid-19 yang juga mahasiswa program doktor Oxford University, Indra Rudiansyah menanggapi masih banyaknya masyarakat yang khawatir akan vaksin AstraZeneca.

Indra mengatakan, adanya ketakutan atau kekhawatiran dari masyarakat terhadap vaksin AstraZeneca, karena kurangnya informasi atau pengetahuan terkait vaksin tersebut.

“Setelah vaksin bisa demam dan justru mereka belum paham bahwa KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) side effect itu memang normal terjadi,” kata Indra dalam Indonesian Diaspora Network Global Media Interview with Indra Rudiansyah and Carina Joe, Sabtu (31/7/2021).

Dia menjelaskan, bahwa semua obat-obatan memang memiliki efek dan itu memang normal terjadi. Sebagai contohnya, yakni kemoterapi untuk pengobatan kanker.

“Kita harus paham bahwa semua medicine itu ada side effectnya normal. Itu termasuk cancer, banyak orang melakukan kemoterapi yang sifatnya destruktif tapi masih banyak digunakan karena membawa benefit,” jelas Indra.

Lanjut Indra, penggunaan obat memang berdasarkan benefit dan risk yang timbulkan. Adapun terkait vaksin, sampai saat ini efek yang ditimbulkan karena Covid-19 lebih berbahaya daripada yang disebabkan oleh vaksin.

“Jadi penggunaan obat itu berdasarkan benefit dan risk yang ditimbulkan. Sampai sekarang ini, infeksi karena Covid-19 itu jauh lebih berbahaya daripada yang ditimbulkan oleh vaksin. Sebab, vaksin ada KIPI-nya, yaitu demam, mual, dan nyeri saat disuntik,” ujar dia.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Carina Citra Dewi Joe (Carina Joe) yang merupakan peneliti asal Indonesia di Jenner Institute, Oxford University, merasa sedih dengan hoaks yang tersebar di masyarakat terkait vaksin AstraZeneca. Dia menuturkan, vaksin ini sudah dinyatakan aman dan efektif oleh badan kesehatan.

“Isu hoaks ini saya sedih dengarnya sih. Kita semua demi kemanusiaan dan kita sudah mendapat data serta rekomendasi dari badan kesehatan bahwa vaksin ini aman dan efektif. Tapi, karena ada isu-isu seperti itu, ya jadi berkembang seperti ini,” tuturnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD