SMEXPO menjadi puncak kegiatan UMKM binaan Pertamina. Pasalnya, sebelum aktif mengikuti pameran, Pertamina menjalankan beragam program pengembangan UMKM, seperti pendampingan dan peningkatan kualitas dalam program UMK Academy, pemberian hibah alat tepat guna, bahkan sertifikasi profesional.
Melalui upaya-upaya tersebut, Pertamina mengubah entitas usaha lokal menjadi pelaku usaha profesional yang berlaga di kancah nasional maupun internasional.
Produk Cimeler (Cilok Meler) milik Astuti, misalnya, secara konsisten mencatatkan penjualan tertinggi dan kini tengah dalam proses standarisasi BPOM untuk menembus pasar ekspor.
Selain perizinan, solusi permodalan juga menjadi elemen penting pendampingan Pertamina yang dinikmati oleh pengusaha UMK peserta Pertamina SMEXPO.
Bagi Astuti yang sebelumnya bermodal terbatas, akses pembiayaan dari Pertamina telah membuka peluang memperbesar skala produksi.
"Pinjaman Modal Kerja melalui skema Dana PUMK dari Pertamina yang disalurkan melalui sinergi dengan BRI itu lebih murah [bunganya] dibandingkan KUR perbankan biasa," kata Astuti.
Mitra Binaan UMK Pertamina lainnya, Hendra Agustira, pemilik Ocien Snack mengakui, setelah mengikuti Pertamina SMEXPO, usahanya mencatatkan peningkatan penjualan dan mulai melayani permintaan pasar Eropa setelah sukses menjangkau Jepang dan Australia.
“Ada peningkatan penjualan 25-30 persen Setelah acara Pertamina SMEXPO, kami mendapatkan lebih banyak reseller yang kontinu memesan sampai saat ini," kata Hendra.
Di sektor olahan pangan, Ngudiono, pemilik usaha NanasQu juga menunjukkan lonjakan penjualan sebesar 20 persen berkat jejaring bisnis baru yang terbentuk selama pameran Pertamina SMEXPO. Melalui strategi pemasaran digital dan promosi terintegrasi dari Pertamina, produk olahan nanas asal Jawa Tengah ini telah berhasil menembus pasar Dubai dan Belanda.