“Kami terus mendorong penyelesaian kerja sama perdagangan dengan GCC. Kami harapkan prosesnya dapat selesai paling lambat November ini sehingga akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Teluk dapat semakin diperkuat,” ujar Mendag.
Sementara itu, delegasi TMMIN dipimpin Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto, menyampaikan sejumlah masukan terkait pengembangan ekspor otomotif Indonesia, termasuk peluang pengembangan pasar di kawasan Amerika Latin.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar bagi pengembangan ekspor otomotif Indonesia. Namun, akses ke pasar Meksiko masih menghadapi tantangan karena Indonesia belum memiliki perjanjian perdagangan dengan negara tersebut.
Nandi juga menyampaikan bahwa PT TMMIN siap terus memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia untuk memperkuat ekspor Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Toyota untuk mempertahankan Indonesia sebagai supply hub untuk berbagai pasar sekaligus terus menjajaki pasar ekspor baru.
Menanggapi hal ini, Mendag mendorong PT TMMIN untuk mengoptimalkan pasar-pasar yang telah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia, termasuk Peru melalui skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) yang sudah diimplementasikan.