AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Mendagri Akan Beri Insentif Bagi Pemda dengan Realisasi APBD Terbaik

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Sabtu, 22 Januari 2022 19:33 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berencana memberikan penghargaan kepada daerah dengan capaian terbaik dalam hal pengelolaan keuangan daerah.
Mendagri Akan Beri Insentif Bagi Pemda dengan Realisasi APBD Terbaik. (Foto: MNC Media)
Mendagri Akan Beri Insentif Bagi Pemda dengan Realisasi APBD Terbaik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berencana memberikan penghargaan kepada daerah dengan capaian terbaik dalam hal pengelolaan keuangan daerah. Salah satu penghargaan yang diberikan adalah pemberian dana insentif daerah (DID).

Bahkan, Dia meminta secara khusus kepada Plh Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni untuk menyiapkan sejumlah instrumen guna memberikan penghargaan khusus kepada daerah-daerah berprestasi tersebut.

“Kita akan buatkan untuk penghargaan. Termasuk usulan kita kalau bisa daerah-daerah yang berprestasi mengelola keuangan (dengan) baik, diberikan dana insentif daerah (DID),” katanya dikutip dari pers rilis Puspen Kemendagri, Sabtu (22/1/2022).

Sebelumnya Plh Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni mengungkapkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.  

"Realisasi pendapatan provinsi, kabupaten, dan kota tahun 2021 per 31 Desember mencapai Rp 1.115,10 triliun atau 95,59%. Realisasi tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2020 sebesar Rp 1.050,93 triliun atau 92,48%. Sedangkan dari sisi belanja, per 31 Desember 2021 daerah berhasil merealisasikan belanja sebesar Rp 1.092,13 triliun atau 85,69%. Capaian ini melampaui realisasi belanja tahun lalu sebesar Rp 1.021,26 triliun atau 82,69%,” ungkapnya.

Sebagai informasi, lima provinsi dengan persentase realisasi pendapatan tertinggi pada APBD Tahun Anggaran 2021 yakni Gorontalo, Jawa Timur, Papua Barat, Riau, dan Bangka Belitung. Sementara lima kabupaten dengan realisasi pendapatan tertinggi 2021 adalah Bengkalis, Tulungagung, Tapanuli Selatan, Kutai Timur, Siak. Lalu untuk lima kota dengan realisasi pendapatan tertinggi 2021 yaitu Blitar, Madiun, Batu, Magelang, Tanjung Pinang.

Sementara itu, lima provinsi dengan persentase realisasi belanja tertinggi pada APBD 2021 adalah Papua Barat, Jawa Barat, Lampung, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Selatan. Kemudian lima kabupaten dengan realisasi belanja tertinggi adalah Gayo Lues, Kolaka Utara, Bolaang Mongondow Utara, Lampung Selatan, dan Kubu Raya. Lalu untuk kota dengan realisasi belanja tertinggi antara lain Sukabumi, Kotamobagu, Bima, Mataram,  dan Tanjung Pinang. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD