Dia melanjutkan, dengan asumsi ketahanan pangan berada pada batas terendah, yakni 10 bulan, maka ketersediaan pangan nasional masih aman hingga April 2027. Sementara pada Maret 2027 Indonesia diperkirakan kembali memasuki masa panen raya.
Karena itu, Amran optimistis dampak El Nino yang diperkirakan terjadi dapat dimitigasi dengan baik.
"Jadi dampak El Nino Godzilla sebagaimana disampaikan oleh BMKG, insyaallah itu bisa kita mitigasi risikonya," kata Amran.
Selain membahas ketahanan pangan, Amran juga melaporkan perkembangan sektor peternakan. Menurutnya, pemerintah telah berdiskusi dengan para peternak ayam dan telur untuk mencari solusi atas penurunan harga yang terjadi belakangan ini.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar konsumsi telur dan ayam dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat ditingkatkan.
"Kami langsung telepon kepala BGN, menyampaikan kalau bisa dalam satu minggu biasanya konsumsi telur satu kali bisa menjadi tiga kali termasuk ayam, sehingga harga mulai merangkak naik. Dan itu kita sepakati semua," kata dia.
Di sektor hortikultura, pemerintah tengah mempercepat penanaman bawang putih. Sementara pada sektor perkebunan, pemerintah fokus mempercepat hilirisasi sekaligus pengembangan komoditas strategis seperti kakao, kopi, mente, kelapa, dan tebu.
Program pengembangan perkebunan rakyat tersebut mencakup lahan seluas 870.000 hektare yang tersebar di berbagai daerah, termasuk seluruh kabupaten di Papua.
(Nur Ichsan Yuniarto)