AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Mengungkap Tabir Eks Dirut Garuda (GIAA) Emirsyah Satar Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 29 Juni 2022 14:17 WIB
Adapun proses pengungkapan kasus korupsi pengadaan pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600 berdasarkan laporan BPKP.
Mengungkap Tabir Eks Dirut Garuda (GIAA) Emirsyah Satar Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat (FOTO:MNC Media)
Mengungkap Tabir Eks Dirut Garuda (GIAA) Emirsyah Satar Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pengusutan dugaan kasus korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berakhir. Atas kejadian tersebut, negara rugi sebesar Rp8,8 triliun.

Kasus ini terkait pengadaan pesawat jenis CRJ-1000 dan ATR-72 dengan jumlah 23 unit. Jumlah ini diaudit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh menyebut nilai pengadaan atas 23 unit pesawat sangat tinggi atau mahal. 

"Ini pengadaannya yang nilainya terlalu tinggi. Sehingga pada saat pengoperasiannya itu, nilai biaya  operasionalnya itu lebih tinggi daripada pendapatannya. Ini yang kami hitung mulai dari tahun 2011 sampai dengan 2021," ungkap Ateh saat konferensi pers di kawasan Kejaksaan Agung, dikutip Rabu (29/6/2022).

Kejaksaan Agung (Kejagung) pun menetapkan dua tersangka baru atas tindak pidana korupsi ini. Keduanya adalah mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan SS selaku Direktur PT Mugi Rekso Abadi. 

Adapun proses pengungkapan kasus korupsi pengadaan pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600 berdasarkan laporan BPKP. 

Pada 19 Januari 2022, Kejagung mulai melakukan penyidikan korupsi pengadaan Garuda Indonesia Tahun 2011-2021. Langkah ini berdasarkan surat perintah penyidikan Jaksa Agung Nomor Prin-09/Fd.2/01/2022 tanggal 21 Januari 2022.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD