AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

Menhub: 18 Juta Orang Tetap Nekat Mudik Lebaran

ECONOMICS
Puteranegara/Okezone
Rabu, 05 Mei 2021 11:49 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan, sebanyak 18 juta orang diperkirakan akan tetap nekat mudik tahun ini.
Menhub: 18 Juta Orang Tetap Nekat Mudik Lebaran (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, sebanyak 18 juta orang diperkirakan akan tetap nekat mudik tahun ini. Untuk itu, pemerintah akan memperketat penjagaan untuk dapat menghalau masyarakat yang tetap berusaha mudik lebaran.

"Setelah dilakukan pelarangan turrun 7 persen itupun cukup banyak 18 juta, kami Kemenhub dan Satgas ingin lakukan upaya sosialisasi peniadan mudik agar tujuh persen turun jadi lebih sedikit sehingga kami bisa manej dan polisi bisa lakukan penyekatan berwibawa tapi tetap humanis," kata Budi dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9, yang disiarkan melalui YouTube, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Sementara hasil survei lainnya yakni, juga mengungkap fakta bahwa apabila tidak ada pelarangan mudik maka akan ada 33 persen masyarakat yang bakal pulang kampung. 

Dari hasil survei itu, kata Budi, juga diketahui daerah mana yang paling banyak masyarakat tuju untuk melakukan perjalanan mudik. Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadi wilayah yang paling banyak. 

"Kami lakukan survei daerah amna saja yang ditujikan mudik, daerah yang dituju adalah Jateng, lebih dari 30 persen, Jawa Barat lebih dari 20 persen, Jawa Timur, Banten dan sekitarnya Lampung, Sumatera Selatan dan lainnya," ujar Budi.

Dari data itu, Budi menyebut, paling banyak masyarakat yang melakukan perjalanan mudik adalah menggunakan moda transportasi mobil dan disusul oleh motor.

Disisi lain, Budi berharap sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap tidak melakukan mudik disaat sebelum pelarangan dan ketika diterapkan kebijakan itu. Hal itu sebagai dukungan untuk memutus mata rantai virus corona.

"Kami juga survei memang terjadi satu kecenderungan akan pulang sebelum masa pelarangan, oleh karenanya kami harapkan di masa tidak pelarangan pun tidak lakukan mudik dan juga saat masa pelarangan," tutup Budi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD