Mata uang Jepang tersebut sempat merosot di bawah level 160 per dolar pada Jumat, ambang batas yang secara luas dianggap meningkatkan kemungkinan intervensi.
Pemicunya adalah komentar dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh yang menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.
Dalam surat tersebut, Bessent mengatakan Departemen Keuangan melakukan intervensi dengan menukarkan aset mata uang asing yang disimpan di Dana Stabilisasi Nilai Tukar (ESF) dengan yen.
"Krisis yang paling baik dikelola adalah krisis yang tidak pernah terjadi," kata Bessent, membela keputusan Washington untuk bergabung dengan upaya Tokyo untuk melawan penurunan yen.
ESF adalah cadangan darurat yang dikelola oleh Departemen Keuangan AS untuk menstabilkan pasar valuta asing dan pasar keuangan domestik. (Wahyu Dwi Anggoro)