AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Menko Airlangga Minta BI Tak Buru-buru Naikkan Suku Bunga

ECONOMICS
Cahya Puteri Abdi Rabbi
Jum'at, 05 Agustus 2022 18:15 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Bank Indonesia (BI) untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan
Menko Airlangga Minta BI Tak Buru-buru Naikkan Suku Bunga (FOTO: MNC Media)
Menko Airlangga Minta BI Tak Buru-buru Naikkan Suku Bunga (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Bank Indonesia (BI) untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan karena ekonomi Indonesia bertumbuh pada kuartal II-2022.

Sebagaimana diketahui, BI kembali menahan suku bunga acuan di level terendahnya yakni di level 3,5 persen.Hal itu dikarenakan tingkat inflasi inti pada bulan lalu masih rendah yakni sebesar 2,86 persen secara tahunan.

“Ekonomi saat ini masih dalam fase pemulihan, jadi kita harap tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Selain itu, kondisi perbankan tanah air juga masih solid di kuartal II 2022. Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga Juni 2022 tercatat tumbuh 9,13 persen secara tahunan mencapai Rp7.602 triliun.

Sementara itu, kredit tumbuh sebesar 10,66 persen secara tahunan pada Juni 2022 menjadi Rp6.177 triliun, dengan tingkat non performing loan (NPL) terjaga pada level 2,86 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menagatakan bahwa, BI perlu hati-hati sebelum menaikkan suku bunga acuan saat kondisi inflasi masih rendah.

“Kenaikan suku bunga di kondisi seperti saat ini tidak akan efektif disaat inflasi masih dalam posisi rendah,” kata Iskandar.

Pada kuartal II 2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat sebesar 5,44 persen pada kuartal II 2022 dibandingkan pada kuartal II 2021 yang tumbuh sebesar 5,01 persen. Jika dibandingkan dengan kuartal I 2022, ekonomi Indonesia tumbuh 3,73 persen. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD