AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Menko Airlangga Targetkan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen di 2022

ECONOMICS
Michelle Natalia
Selasa, 25 Januari 2022 11:25 WIB
Menko Airlangga mengatakan bahwa pemerintah terus melakukan upaya perbaikan dan peningkatan efektivitas dalam penanganan COVID-19 melalui strategi hulu hilir.
Menko Airlangga Targetkan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen di 2022
Menko Airlangga Targetkan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen di 2022

IDXChannel - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah terus melakukan upaya perbaikan dan peningkatan efektivitas dalam penanganan COVID-19 melalui strategi hulu dan hilir.

Tercatat kasus aktif di Indonesia terus dijaga dengan tingkat kesembuhan 96,4%. Namun, pihaknya terus waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) mengingat kenaikan kasus varian Omicron yang secara global telah melanda berbagai negara di dunia.

"Pengendalian pandemi yang efektif tentunya terbukti menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi, pandemi yang terkendali mendorong confidence atau keyakinan, dan mobilitas penduduk yang akan membuat ekonomi tumbuh di kuartal III lalu sebesar 3,51% dan kuartal IV diproyeksikan tumbuh antara 4,5-5%," ungkap Airlangga dalam Indonesia Economic Outlook 2022 yang digelar oleh HIPMI secara hybrid pada Selasa(25/1/2022). 

Airlangga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di 2022 ditargetkan hingga 5,2% dan penanganan COVID-19 serta pemulihan ekonomi akan menentukan pencapaian target tersebut.

"Oleh karenanya, kerja sama antar stakeholders sangat diperlukan dan ini menjadi kunci bagi pemulihan dan mendorong pembangunan ke depan," tambahnya.

Airlangga menyampaikan bahwa ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan seperti varian-varian baru COVID-19, distribusi vaksin global yang belum merata, pelemahan ekonomi akibat kebijakan terutama di China yang mendorong pertumbuhan tinggi ke arah pemerataan, terjadi krisis energi, dan krisis properti evergrande.

"Serta risiko yang mempengaruhi capital outflow seperti kenaikan suku bunga di AS dan terkait dengan situasi-situasi tersebut, kita perlu merespon secara fleksibel dan adaptif," tegasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD