Menyoroti target dukungan terhadap total 206 events hingga akhir 2026, Widiyanti menilai keberhasilan agenda-agenda tersebut menjadi modal kuat bagi promosi destinasi tanah air.
"Capaian yang besar untuk events yang masing-masing hanya berlangsung beberapa hari saja. Selain memperkuat brand sebuah destinasi, events juga memberikan kontribusi dalam penciptaan lapangan kerja," ujar Widiyanti.
Dampak positif panggung internasional tidak hanya dirasakan di sektor pariwisata, melainkan juga merambah ke ekosistem industri kreatif. Kehadiran musisi global membuka ruang pertukaran pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus menjadi ajang transfer teknologi dan standar kerja bagi para profesional di balik panggung.
Dalam kesempatan sama, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memaparkan bahwa pengalaman berstandar internasional menjadi faktor krusial dalam mendongkrak daya saing sumber daya manusia di tanah air.
"Mulai dari tim produksi, stage management, artist management, hingga audio dan lighting engineer, berbagai profesi backstage dapat memperoleh pengalaman langsung dari standar produksi internasional. Transfer of knowledge seperti inilah yang akan memperkuat kualitas talenta dan daya saing industri musik Indonesia ke depan," tutur Teuku Riefky.