sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mentan Kebut Pompanisasi Air untuk Mitigasi Dampak El Nino 2026

Economics editor Tangguh Yudha
03/07/2026 14:56 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program pompanisasi sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026.
Mentan Kebut Pompanisasi Air untuk Mitigasi Dampak El Nino 2026. (Foto iNews Media Group)
Mentan Kebut Pompanisasi Air untuk Mitigasi Dampak El Nino 2026. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program pompanisasi sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026. Langkah pompanisasi diambil guna memastikan petani tetap dapat menanam, menjaga produksi pangan nasional, serta mempertahankan target swasembada pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, Kementan memilih melakukan langkah antisipatif sebelum dampak kekeringan meluas. Menurutnya, pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bahwa mitigasi harus dilakukan sejak dini.

"Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam. Karena itu kami mempercepat berbagai langkah mitigasi, salah satunya melalui gerakan pompanisasi agar air tetap tersedia dan produksi pangan tetap aman," katanya dalam pernyataannya, Jumat (3/7/2026).

Amran menjelaskan, selain pompanisasi, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

"Kita tidak boleh menunggu krisis terjadi. Prinsip kita adalah mitigasi dari hulu. Air harus tersedia, irigasi harus berfungsi, dan petani harus tetap bisa menanam. Dengan cara itu, produksi pangan nasional tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim," ujarnya.

Menurutnya, strategi mitigasi perubahan iklim menjadi semakin penting mengingat pemerintah tengah mempercepat pencapaian swasembada pangan.

"Bantuan pompa air ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan petani tetap memiliki akses air. Dengan begitu, lahan yang berpotensi terdampak kekeringan tetap dapat ditanami sehingga produktivitas pertanian dan pendapatan petani tetap terjaga," ujarnya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement