Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, produksi beras nasional berkisar antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumsi nasional yang mencapai sekitar 2,59 juta ton per bulan.
Sementara itu, total ketersediaan beras nasional saat ini tercatat mencapai 27,99 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok yang berada di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Amran, ketersediaan beras nasional diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” kata dia.
Ia menambahkan, produksi beras bahkan berpotensi meningkat dalam beberapa bulan mendatang hingga mencapai 5,7 juta ton per bulan. Hal ini didukung oleh masuknya periode panen raya di berbagai daerah.