Microsoft disebut tetap menjalankan rencana investasi meski kawasan tersebut menghadapi ketidakpastian akibat konflik. Bahkan, perusahaan menyatakan akan menambah investasi untuk memperkuat infrastruktur teknologinya.
Microsoft juga menyiapkan lebih dari USD700 juta untuk peningkatan konektivitas bawah laut dan jaringan darat di kawasan Timur Tengah agar dapat mendukung lalu lintas data yang semakin besar.
Di sisi lain, Microsoft memperluas kerja sama dengan sejumlah perusahaan AI di kawasan tersebut, termasuk G42 di Abu Dhabi, Humain di Arab Saudi, dan Qai di Qatar.
Investasi besar tersebut menunjukkan semakin pentingnya kawasan Teluk. Tidak hanya mengupayakan perkembangan ekonomi pada sektor minyak dan gas, tetapi juga mulai meningkatkan pembangunan infrastruktur AI dan digital.
(Birru Aisyah)