AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Minyak Goreng Curah Masih Mahal, Pedagang: Enggak Berani Jual

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 26 April 2022 14:12 WIB
Mahalnya harga minyak goreng curah membuat para pedagang ragu untuk menyetok dan menjualnya kembali ke konsumen.
Minyak Goreng Curah Masih Mahal, Pedagang: Enggak Berani Jual. (Foto: MNC Media)
Minyak Goreng Curah Masih Mahal, Pedagang: Enggak Berani Jual. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Mahalnya harga minyak goreng curah membuat para pedagang ragu untuk menyetok dan menjualnya kembali ke konsumen. Hal itu diakui oleh salah satu pedagang sembako di Pasar Tambun, Bekasi bernama Tiara.

“Minyak goreng curah saya jual kemarin Rp 20ribu/kg. Kalau sekarang saya lagi nggak jual. Karena barangnya kosong di beberapa agen yang saya datangi,” ujarnya saat diwawancara MNC Portal Indonesia di toko miliknya, Selasa (26/4/2022).

Dia menyebut, selain mahal, stok barang di agen juga susah didapat alias kosong terus. 

“Saya nggak berani jualinnya karena masih mahal pas saya beli, ditambah barangnya juga kosong terus. Sekali saya order misalkan minta 5 jeriken tapi nggak ada barangnya. Padahal pihak agen udah nyatet nama-nama tokonya tapi tetep aja nggak diadain barangnya,” sambung Tiara. 

Oleh karena itu, Tiara beralih menjual minyak kemasan saja karena mudah dijangkau. Dia menyebut, sekarang ini pihak sales sudah kembali berdatangan. Tidak seperti sebelumnya yang ngumpet saat dibutuhkan. Namun, yang menjadi persoalan, harganya yang masih di patok tinggi. 

“Dulu saya bisa ambil 15 dus, tapi sekarang saya cuma beli 5 dus. Nggak dibatasin kok sama salesnya. Tapi karena masih mahal saya nggak ambil banyak. Karena pembeli tuh taunya minyak udah murah. Padahal di sales tuh masih mahal,” jelasnya.

Tiara berujar, alasan dia tak mau ambil banyak lantaran ia takut jika sewaktu-waktu harganya berubah lebih murah. 

“Saya jadi takut beli banyak. Karena nanti tiba-tiba harganya berubah lagi, mau nggak mau saya jadi nimbun minyak yang mahal,” ucapnya. 

Dari pasokan sendiri, Tiara menambahkan, sales sudah tidak membatasi pemesanan. Artinya, berapa pun pembeli memesan, sales akan mengirimkan sesuai pesanan.

“Sebelumnya dibatasin, waktu pemerintah belum cabut HET, susah banget dapat minyak, sekarang mau berapa aja mereka mau ngirim,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD