Selain data perjalanan wisnus, BPS juga mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2026 sebanyak 1,09 juta, atau meningkat 10,5 persen yoy. Sedangkan, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang pergi ke luar negeri pada periode yang sama tercatat 793.160 atau naik 36,36 persen yoy.
Tingginya mobilitas warga, khususnya wisnus, tersebut juga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sepanjang kuartal I yang mencapai Rp55 triliun.
"Jumlah itu naik 57,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Amalia.
Peningkatan PPN dan PPnBM memberi kontribusi besar pada penerimaan perpajakan, yang pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp394,8 triliun, atau naik 20,7 persen yoy.
Meningkatnya penerimaan perpajakan tersebut memberi ruang fiskal bagi pemerintah untuk mengakselerasi belanja negara sejak awal tahun. Hingga Maret 2026, belanja negara tercatat Rp 815 triliun, meningkat 31 persen dibandingkan kuartal pertama 2025.
Amalia menyampaikan, akselerasi belanja negara sejak awal tahun, terutama ke program prioritas pemerintah, mampu menciptakan multiplier effect, sehingga memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan geoekonomi global saat ini.
(Dhera Arizona)