AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Mulai Agresif, Laju PMDN di Jabar Capai Rp16 Triliun

ECONOMICS
Agung bakti sarasa
Rabu, 05 Mei 2021 13:27 WIB
Jawa Barat mendudukan investor lokal sebagai bagian penting dalam pertumbuhan investasi.
Mulai Agresif, Laju PMDN di Jabar Capai Rp16 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Jawa Barat mendudukan investor lokal sebagai bagian penting dalam pertumbuhan investasi. Terlebih, kinerja investor lokal dalam melakukan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Jabar pada triwulan I 2021 pun terbilang agresif.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Noneng Komara mengatakan, sokongan PDMN pada total realisasi investasi ke Jabar sepanjang Oktober-Desember 2020 hingga triwulan I 2021 sangat signifikan.

"PDMN kita juara satu, pertama kali setelah biasanya PMA lebih dominan," kata Noneng di Bandung, Rabu (5/5/3021).

Dari total investasi nasional selama triwulan I 2021 yang mencapai Rp219,7 triliun yang terbagi atas penanaman modal asing (PMA) Rp111,7 triliun dan PMDN Rp108,0 triliun, realisasi investasi PMDN Jabar pada kuartal IV 2020 yang ditanamkan para investor mencapai Rp16 triliun atau meningkat Rp2,37 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2019 lalu yang nilainya Rp13,6 triliun.

Meski tinggi, namun Noneng mengakui, jumlah tenaga kerja yang terserap lebih sedikit, yakni sebesar 9.269 orang atau turun 2.018 orang dari periode yang sama tahun 2019 lalu yang mencapai 11.287 orang.

"Untuk jumlah proyek sebesar 3.648 proyek LKPM atau naik 1.932 proyek LKPM dari 1.716 proyek pada periode yang sama tahun 2019," sebutnya.

Dia juga menyebutkan bahwa kinerja investor lokal dalam menanamkan modalnya tercatat paling banyak di Kota Bandung sebesar Rp6.901.616.500.000 atau 43,11 persen. Sementara sektor yang paling banyak dilirik investor lokal di Jabar, yakni sektor tersier bidang usaha Konstruksi yang nilainya mencapai Rp7.217.668.600.000 atau sekitar 45,09 persen dari total nilai yang diinvestasikan.

Sementara lokasi yang paling besar penyerapan tenaga kerja PMDN di Jabat, yakni Kabupaten Karawang sebanyak 1.437 Orang atau 15,50 persen. Adapun sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja yakni sektor tersier berupa bidang usaha listrik, gas, dan air lain sebanyak 1.888 Orang atau 20,37 persen.

"Untuk lokasi yang paling besar jumlah proyek PMDN di Jawa Barat ditanamkan di Kabupaten Bekasi sebanyak 774 buah proyek atau 21,22 persen," imbuhnya.

Noneng pun mengapresiasi kinerja investor lokal yang menanamkan modalnya di Jabar. Menurutnya, kinerja cemerlang ini diharapkan bisa kembali bergerak naik sepanjang 2021 ini mengingat tahun ini memasuki masa pemulihan ekonomi dimana semua sektor ekonomi tengah bergerak kembali. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD