Langkah ini merupakan bagian dari janji Purbaya untuk memberikan "kejutan drastis" dalam rangka pembersihan institusi.
Sebelumnya, dalam acara diskusi di Thamrin Nine Ballroom pada hari yang sama, dia menyatakan akan mengganti seluruh pejabat di bawah Direktur Jenderal Bea Cukai guna memperbaiki tata kelola dan pengawasan.
Langkah tegas Menteri Keuangan ini muncul di tengah situasi pelik yang melanda DJBC, di mana belakangan Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor otoritas tersebut.
Tindakan hukum tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah minyak kelapa sawit tahun 2022 yang menyeret nama pejabat Bea Cukai hingga rumah tinggal mereka tak luput dari pemeriksaan penyidik.
Dengan adanya rotasi di pelabuhan-pelabuhan strategis yang menjadi pintu masuk dan keluar logistik nasional, pemerintah berharap pengawasan terhadap komoditas ekspor-impor dapat berjalan lebih transparan dan bebas dari praktik korupsi.
(NIA DEVIYANA)