AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/10/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
518.56
-0.09%
-0.46
IHSG
6656.00
-0.04%
-2.77
LQ45
975.16
-0.13%
-1.28
HSI
26136.02
1.35%
+348.81
N225
29255.55
0.14%
+40.03
NYSE
16988.16
0.75%
+126.16
Kurs
HKD/IDR 1,808
USD/IDR 14,075
Emas
805,176 / gram

Naikkan Kapasitas Produksi 3,8 Juta Ton, Chandra Asri (TPIA) Bangun Pabrik Baru

ECONOMICS
Aditya Pratama/iNews
Kamis, 14 Oktober 2021 17:16 WIB
Demi meningkatkan kapasitas produksi, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) tengah mengembangkan pabrik Chandra Asri Perkasa (CAP) 2.
Naikkan Kapasitas Produksi 3,8 Juta Ton, Chandra Asri (TPIA) Bangun Pabrik Baru. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Demi meningkatkan kapasitas produksi, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) tengah mengembangkan pabrik Chandra Asri Perkasa (CAP) 2. Perseroan telah menyelesaikan master plan integrasi CAP 1 di tahun 2020 untuk menuju CAP 2.

Direktur HR & Corporate Affairs Chandra Asri Petrochemical, Suryandi, mengatakan, Perseroan bercita-cita di tahun 2026 nanti melalui CAP 2 dapat meningkatkan kapasitas produksi sebanyak 3,8 juta ton.

"Kami akan memiliki  8 juta ton kapasitas produksi dengan total nilai investasi USD 5 miliar," ujar Suryandi dalam diskusi virtual Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, Kamis (14/10/2021).

Suryandi menambahkan, untuk membangun Chandra Asri Perkasa 2, pihaknya menggandeng Thaioil sebagai investor strategis dan secara efektif sudah menjadi pemegang saham Perseroan pada 13 September lalu.

Thaioil akan memiliki 15 persen kepemilikan Chandra Asri, kemudian SCG Chemicals sebanyak 30,6 persen, Barito Group yang terdiri dari Barito Pacific, Marigold Resources, dan Pak Prajogo Pangestu dengan total 46,2 persen, dan untuk kepemilikan di masyarakat sekitar 8,2 persen.

"Kami harapkan kuartal IV 2022 bisa selesai dan mengambil panel investment decision. Dengan bisa mengambil hal tersebut, artinya di tahun 2023 kita siap untuk membangun. Untuk membangun CAP 2 memerlukan waktu kurang lebih empat tahun," kata dia.

Dalam pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi itu juga nantinya akan memiliki sejumlah unit produksi, mulai dari cracker, polymerized olefins, serta fasilitas dan utilitas terkait.

"Apa keuntungannya? mengurangi beban impor, menghemat devisa negara hingga USD2,3 miliar, total produksi menjadi 8 juta ton, mengundang investor baru, selama konstruksi akan menyerap 25.000 tenaga kerja," ucapnya. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD