Impor nonmigas tercatat sebesar USD73,58 miliar, naik 12,70 persen, sedangkan impor migas mencapai USD12,93 miliar atau tumbuh 17,58 persen.
Berdasarkan penggunaannya, impor bahan baku dan barang penolong masih mendominasi dengan nilai USD61,82 miliar, meningkat 11,67 persen secara tahunan. Sementara itu, impor barang modal mencapai USD17,11 miliar atau naik 19,02 persen, sedangkan impor barang konsumsi tercatat USD7,58 miliar, tumbuh 15,68 persen.
Dari sisi negara asal impor nonmigas, China kembali menjadi pemasok terbesar dengan nilai USD30,79 miliar atau setara 41,84 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Selanjutnya diikuti Jepang dan Australia yang masing-masing menyumbang USD4,15 miliar atau 5,64 persen.
Secara keseluruhan, ketiga negara tersebut berkontribusi 53,12 persen terhadap total impor nonmigas Indonesia selama Januari-April 2026.
Adapun surplus perdagangan nonmigas sepanjang periode tersebut terutama ditopang oleh lima kelompok komoditas utama, yakni lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD11,71 miliar, bahan bakar mineral sebesar USD8,34 miliar, besi dan baja sebesar USD5,71 miliar, nikel dan turunannya sebesar USD4,26 miliar, serta alas kaki sebesar USD2,14 miliar.
(Shifa Nurhaliza Putri)