Kenaikan ekspor terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang mencatat nilai ekspor USD75,57 miliar, naik 9,78 persen secara tahunan.
BPS mencatat tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia selama periode tersebut, yakni China, Amerika Serikat, dan India. Ketiga negara tersebut menyumbang 44,52 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.
China masih menjadi pasar ekspor terbesar dengan nilai mencapai USD22,76 miliar atau berkontribusi 25,93 persen terhadap total ekspor nonmigas. Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat sebesar USD10,17 miliar (11,59 persen) dan India sebesar USD6,14 miliar (7,00 persen).
Ekspor nonmigas ke China didominasi oleh produk besi dan baja, nikel dan turunannya, serta bahan bakar mineral. Sementara ekspor ke Amerika Serikat banyak ditopang oleh mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian dan aksesori rajutan.
Di sisi lain, nilai impor Indonesia sepanjang Januari-April 2026 mencapai USD86,51 miliar, meningkat 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.