"Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas non-migas tercatat surplus sebesar USD3,04 miliar adapun komoditas dengan penyumbang surplus utama yaitu lemak dan minyak hewani atau nabati di HS15 serta bahan bakar mineral HS27 dan juga besi dan baja atau HS72," katanya.
Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan secara kumulatif yaitu neraca perdagangan pada Januari-Juni 2026 mencapai surplus sebesar USD3,58 miliar.
Surplus sepanjang Januari-Juni 2026 tersebut terutama ditopang oleh surplus pada komoditas non-migas yaitu surplus sebesar USD19,35 miliar. Sementara untuk komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD15,77 miliar.
Untuk neraca perdagangan total yaitu migas dan non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu Amerika Serikat (AS) USD8,55 miliar, India USD6,68 miliar, Filipina USD4,24 miliar.