sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun, Catat USD89,1 Juta di April 2026

Economics editor Nia Deviyana
02/06/2026 12:35 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan indonesia surplus USD89,1 juta pada April 2026.
Neraca Perdagangan RI Catat Surplus 72 Bulan Beruntun, Catat USD89,1 Juta di April 2026. Foto: iNews Media Group.
Neraca Perdagangan RI Catat Surplus 72 Bulan Beruntun, Catat USD89,1 Juta di April 2026. Foto: iNews Media Group.

Pudji melanjutkan bahwa nilai ekspor kumulatif periode Januari-April 2026 mencapai USD92,15 miliar atau naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini utamanya didorong oleh sektor industri pengolahan dengan pertumbuhan nilai ekspor 9,78 persen menjadi USD75,57 miliar.

BPS mencatat tiga negara pasar utama ekspor nonmigas Indonesia, yaitu China, Amerika Serikat, dan India. Kontribusi ketiga negara ini mencapai 44,52 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-April 2026. China masih menjadi pasar ekspor utama dengan nilai mencapai USD22,76 miliar (25,93 persen), diikuti oleh Amerika Serikat USD10,17 miliar (11,59 persen), dan India USD6,14 miliar (7,00 persen). 

Ekspor nonmigas ke China pada periode Januari-April 2026 didominasi oleh komoditas besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, serta pakaian dan aksesorinya (rajutan). 

Selanjutnya, nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga April 2026 sebesar USD86,51 miliar, atau naik 13,40 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor nonmigas, dengan nilai impor USD73,58 miliar, naik 12,70 persen. Sementara itu, impor migas tercatat USD12,93 miliar atau naik 17,58 persen.

Dari sisi penggunaan, terjadi peningkatan impor periode Januari-April 2026 baik pada barang modal, bahan baku/penolong, maupun barang konsumsi. Nilai impor bahan baku/penolong masih mendominasi dengan nilai mencapai USD61,82 miliar atau naik 11,67 persen. Sedangkan, nilai impor barang modal mencapai USD17,11 miliar atau naik 19,02 persen. Adapun impor barang konsumsi tercatat USD7,58 miliar, atau tumbuh 15,68 persen. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement