Sepanjang periode Januari-April 2026, China menjadi negara utama asal impor nonmigas Indonesia dengan nilai USD30,79 miliar (41,84 persen), diikuti Jepang dengan nilai USD4,15 miliar (5,64 persen), dan Australia USD4,15 miliar (5,64 persen). Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 53,12 persen, atau lebih dari separuh total impor nonmigas Indonesia.
Selanjutnya, surplus perdagangan nonmigas pada Januari-April 2026 sebagian besar masih ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati (USD11,71 miliar), bahan bakar mineral (USD8,34 miliar), besi dan baja (USD5,71 miliar), nikel dan barang daripadanya (USD4,26 miliar), serta alas kaki (USD2,14 miliar).
(NIA DEVIYANA)