Penguatan kerja sama bilateral tersebut menjadi tindak lanjut langsung dari pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin kedua negara untuk mendorong perluasan kesempatan usaha. Anutin menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen memangkas berbagai hambatan regulasi demi menciptakan iklim investasi yang pasti dan kondusif.
"Kemarin, Presiden Prabowo dan saya melakukan diskusi yang sangat baik mengenai masa depan hubungan kedua negara dengan satu tujuan sederhana, yaitu bagaimana menciptakan lebih banyak peluang bagi rakyat dan dunia usaha kita," urainya.
"Peran pemerintah adalah menyingkirkan hambatan, memberikan kepastian, serta menciptakan lingkungan agar dunia usaha dapat berinvestasi, berinovasi, dan menciptakan lapangan kerja," imbuhnya.
Dalam memetakan strategi ke depan, pemerintah Thailand menyoroti empat sektor utama yang menjadi prioritas kolaborasi, dimulai dari penguatan sektor pertanian dan rantai pasok halal. Sektor ini menggabungkan keunggulan teknologi pertanian serta pengolahan pangan Thailand dengan besarnya potensi pasar konsumen Indonesia.
"Pertama, ketahanan pangan dan ekonomi halal, di mana kita dapat mengembangkan rantai nilai halal regional yang lebih kuat, meningkatkan standar dan sertifikasi halal, serta memperluas kerja sama di sektor-sektor bernilai tinggi," tuturnya.