Sektor prioritas berikutnya mencakup efisiensi logistik lewat konektivitas transportasi serta integrasi sistem keuangan digital antarnegara.
Kemajuan sektor ini telah dibuktikan oleh ekspansi maskapai penerbangan seperti Thai Lion Air dan TransNusa yang melayani rute Bangkok-Jakarta serta Phuket-Bali, dukungan lembaga keuangan seperti Bangkok Bank dan Kasikornbank, hingga integrasi pembayaran QRIS dan PromptPay di bawah kerangka Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (ASEAN DEFA).
"Kedua adalah konektivitas untuk mengurangi biaya berbisnis dengan memperbaiki logistik, fasilitasi kepabeanan, dan jalur transportasi. Ketiga adalah konektivitas keuangan di mana keterhubungan PromptPay milik Thailand dan QRIS milik Indonesia menjadi contoh luar biasa bagaimana inovasi digital mempermudah aktivitas berbisnis," jelas Anutin.
Adapun sektor prioritas keempat berfokus pada ketahanan energi nasional untuk merespons pesatnya pertumbuhan industri teknologi masa depan. Peningkatan kebutuhan energi hijau yang bersih, andal, dan terjangkau kini makin terakselerasi seiring maraknya pemanfaatan kendaraan listrik, pusat data, serta teknologi kecerdasan buatan.
"Keempat adalah ketahanan energi, di mana ekspansi pesat kendaraan listrik, AI, manufaktur maju, dan pusat data menghadirkan peluang signifikan bagi Thailand dan Indonesia untuk memperdalam kerja sama dalam energi terbarukan, bahan bakar hayati, dan infrastruktur hijau," tutur Anutin. (Febrina Ratna Iskana)