"Laporan ini tidak hanya mengidentifikasi masalah-masalah tersebut, tetapi juga menawarkan pendekatan praktis yang berfokus pada implementasi, yang dapat membantu industri ini memperkuat daya saing globalnya," ujar dia.
Sebagai langkah perbaikan, riset merekomendasikan empat intervensi prioritas, yakni memperkuat kolaborasi lintas fungsi agar pelepasan fabric purchase orders lebih tepat waktu, menerapkan style-level capacity planning, meningkatkan pengawasan supervisor di lini produksi, serta merekonfigurasi rantai pasok bahan baku kain agar lebih responsif.
Laporan juga menyimpulkan bahwa penguatan operational excellence dapat membantu produsen garmen Indonesia meningkatkan daya saing dari sisi biaya sekaligus memperkuat keandalan dalam memenuhi jadwal pengiriman.
Diketahui laporan bertajuk 'Unlocking the USD2 Billion Opportunity: How Operational Execution Can Revive Indonesia's Garment Industry' tersebut diluncurkan dalam ajang Indo Garment & Textile (IGT) Expo di Jakarta.
Laporan ini menawarkan perspektif baru terhadap daya saing industri garmen Indonesia, dengan menyoroti bahwa fase pertumbuhan industri berikutnya tidak hanya akan ditentukan oleh biaya tenaga kerja, tetapi juga oleh operational excellence di shop floor.
(Dhera Arizona)