Menurut BPS, ekspor di Indonesia pada Januari sampai dengan Juni 2026 didorong juga oleh komoditi unggulan, yaitu besi dan baja, CPO dan turunannya, serta batu bara. Total ketiganya memberikan share sekitar 28,30 persen dari total ekspor non-migas Indonesia pada Januari sampai dengan Juni tahun 2026.
Nilai ekspor besi dan baja turun 0,16 persen secara kumulatif. Untuk nilai ekspor CPO dan turunannya, naik 7,32 persen secara kumulatif. Sedangkan nilai ekspor batu bara naik tipis sebesar 0,63 persen secara kumulatifnya.
Selanjutnya, perkembangan ekspor non-migas ke negara dan kawasan tujuan utama pada Januari sampai dengan Juni tahun 2026 yakni China, Amerika Serikat dan India.
Nilai ekspor ketiga negara ini memberikan share sekitar 44,31 persen dari total ekspor non-migas Indonesia pada bulan Januari sampai dengan Juni 2026.
Nilai ekspor non-migas ke China tercatat sebesar USD34,56 miliar, terutama didominasi oleh besi dan baja HS72 dengan share-nya 25,47 persen, walaupun demikian mengalami penurunan sebesar 2,29 persen secara C to C-nya.