Menurutnya, pengembangan sektor-sektor tersebut penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Selain mendorong pengembangan proyek EBT, METI juga diarahkan untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung tumbuhnya ekosistem industri energi bersih nasional.
Melalui pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu berkembang sebagai pengembang, produsen, operator, dan inovator teknologi energi bersih yang berdaya saing.
Norman juga menekankan agar pengembangan EBT dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja hijau, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok dan industri dalam negeri.
"Dengan pendekatan tersebut, transisi energi diharapkan tidak hanya berorientasi pada target lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
Sebagai rumah kolaborasi transisi energi nasional, METI akan terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mendorong percepatan implementasi energi baru terbarukan dan mewujudkan ketahanan energi Indonesia.
(Nur Ichsan Yuniarto)