sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Obligasi Global Danantara Diminati hingga USD4,6 Miliar Usai Roadshow ke Berbagai Negara

Economics editor Rohman Wibowo
15/06/2026 17:37 WIB
Danantara melakukan roadshow ke sejumlah negara untuk menwarkan surat utang global (global bond). Hasilnya, nilai book building mencapai USD4,6 miliar.
Obligasi Global Danantara Diminati hingga USD4,6 Miliar Usai Roadshow ke Berbagai Negara. (Foto: iNews Media Group)
Obligasi Global Danantara Diminati hingga USD4,6 Miliar Usai Roadshow ke Berbagai Negara. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sukses mencatatkan debut di pasar modal internasional melalui rangkaian penawaran surat utang global (global bond). Langkah ini diawali dengan kegiatan roadshow intensif ke berbagai pusat keuangan dunia demi menjaring basis investor yang lebih luas.

Transformasi Danantara sebagai institusi investasi pengelola aset negara kini mulai mendapat pengakuan dari komunitas finansial global. Upaya memperkuat struktur permodalan ini dilakukan segera setelah perusahaan mengantongi penilaian kredit yang setara dengan peringkat utang negara (sovereign rating) Indonesia.

"Kami melakukan roadshow untuk pertama kalinya dalam rangka menerbitkan global bond dari Danantara dengan rencana awal penawaran kurang lebih sebesar USD1 miliar. Dari rencana USD1 miliar yang ingin dicapai, book building yang masuk itu kurang lebih USD4,6 miliar," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, dalam keterangannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Agenda perjalanan internasional tersebut dimulai sejak awal Juni, dengan menyisir titik-titik krusial mulai dari Hong Kong, Singapura, hingga kawasan Amerika dan Eropa. Rosan sendiri memimpin langsung delegasi saat menyambangi New York untuk menemui para pemodal kakap di sana.

Kepercayaan diri Danantara dalam melantai di pasar global didasari oleh profil risiko yang sangat solid. Lembaga pemeringkat internasional ternama seperti Moody's, S&P, dan Fitch memberikan status Investment Grade kepada Danantara. Capaian ini melengkapi prestasi domestik sebelumnya, di mana Pefindo memberikan rating tertinggi yakni Triple A (AAA) bagi institusi ini.

Dalam pelaksanaannya, Danantara tidak bergerak sendiri melainkan menggandeng raksasa perbankan investasi internasional. Kolaborasi dengan lembaga keuangan global terbukti efektif dalam meyakinkan pasar mengenai kebijakan investasi dan prospek jangka panjang yang diusung oleh perusahaan.

"Alhamdulillah responsnya sangat baik dan kami cukup terkejut, di mana kami dibantu oleh Morgan Stanley, Citigroup, serta HSBC untuk menemui kurang lebih 122 investor dari berbagai negara," kata Rosan.

Animo yang besar dari para investor tersebut terlihat jelas saat proses pemesanan atau book building berlangsung. Meskipun target awal hanya dipatok pada angka USD1 miliar, total permintaan yang masuk secara mengejutkan menyentuh angka USD4,6 miliar atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari empat kali lipat.

Melihat antusiasme pasar yang meluap, manajemen Danantara memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan menaikkan nilai emisi bond tersebut. Penyesuaian ini diambil untuk mengakomodasi tingginya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan kredibilitas Danantara sebagai entitas pengelola investasi yang baru.

Upaya penyerapan dana segar ini diproyeksikan akan memperkuat kapasitas Danantara dalam mendanai berbagai proyek strategis nasional di masa depan. Distribusi penawaran surat utang ini sengaja dipecah ke dalam beberapa kategori durasi untuk menjaga profil maturitas utang yang sehat.

"Animo yang begitu tinggi membuat kami akhirnya melakukan upsize menjadi USD1,5 miliar yang terbagi ke dalam dua seri, yakni tenor 5 tahun dan 10 tahun," kata Rosan.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement