Pertama, turunnya daya beli masyarakat dan kedua, masa transisi pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo mengakibatkan masyarakat masih wait and see.
"Tapi setelah sudah ada kejelasan, orang lebih berani lagi berinvestasi dan menghasilkan daya beli yang naik, dan ini justru yang membuat inflasi benar-benar terlihat," kata Anindya.
Lebih lanjut, Anindya mengatakan, selama inflasi masih dapat dikontrol bukan sebagai suatu yang buruk. Baginya, ini menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki andil besar dalam roda ekonomi Indonesia terutama dari sisi daya belinya.
"Selama dalam under control, saya rasa bukan jelek, itu artinya perputaran dana ada di masyarakat, dan yang kita butuhkankan selain investasi adalah daya beli itu meningkat," ujar Anindya.
(Fiki Ariyanti)