AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Omicron Kian Mengganas, Akademisi Minta PTM 100 Persen Ditinjau Ulang

ECONOMICS
Muhammad Refi Sandi/MPI
Selasa, 25 Januari 2022 15:06 WIB
Meningkatnya kasus paparan Covid-19 dan varian Omicron di Indonesia kian mengkhawatirkan. Pelaksanaan PTM pun diminta untuk ditinjau ulang.
Omicron Kian Mengganas, Akademisi Minta PTM 100 Persen Ditinjau Ulang. (Foto: MNC Media)
Omicron Kian Mengganas, Akademisi Minta PTM 100 Persen Ditinjau Ulang. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Meningkatnya kasus paparan Covid-19 dan varian Omicron di Indonesia kian mengkhawatirkan. Apalagi, jumlah kasus konfirmasi positif sempat mencapai 3.000 per hari membuat akademisi dan epidemiolog was-was.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, meminta agar pembelajaran tatap muka (PTM) bisa ditinjau ulang. Ada lima hal yang harus dipertimbangkan terkait pelaksanaannya di tengah merangkaknya kasus Covid-19.

"Pertama, pada 13 Januari 2022 maka lima Organisasi Profesi Dokter Spesialis (Anak, Paru, Penyakit Dalam, Jantung dan Anastesi) membuat surat ke 4 Menteri sehubungan Evaluasi proses PTM, yang menyebutkan bahwa anak dan keluarga baiknya tetap diperbolehkan memilih PTM atau PJJ (Pembelajaran Jarakl Jauh), anak dengan komorbid memeriksakan diri dulu, kelengkapan imunisasi untuk dapat ikut PTM serta mekanisme kontrol dan buka tutup sekolah," kata Prof Yoga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/1/2022)

Ke dua, kita ketahui bahwa kasus COVID-19 di hari-hari ini terus meningkat, bukan hanya jumlah absolutnya yang sudah sekitar 3000an sehari tetapi juga ada kecenderungan peningkatan angka kepositifan serta perlu pula menilai perkembangan angka reproduksi (reproductive number), yang semuanya menunjukkan potensi penularan di masyarakat, apalagi angka transmisi local varian Omicron juga terus meningkat.

Ketiga, sebagaimana juga ditulis dalam surat 5 Organisasi Profesi Spesialis maka  anak dapat saja mengalami komplikasi berat yaitu “multisystem inflammatory in children associated with COVID-19 (MIS-C”) dan bukan tidak mungkin juga ada komplikasi Long Covid. 

"Pendapat para pakar beberapa negara, antara lain dari South Dakota Amerika Serikat, juga mulai membicarakan kemungkinan Long COVID pada anak ini, walaupun memang tentu perlu penelitian lebih lanjut. Tetapi kita tentu tidak ada yang ingin ada dampak seperti ini terjadi pada anak-anak kita," ujarnya.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD