AALI
8800
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4480
ACES
645
ACST
191
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
770
ADMF
8450
ADMG
167
ADRO
3930
AGAR
304
AGII
2390
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
109
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1590
AKRA
1330
AKSI
318
ALDO
680
ALKA
290
ALMI
386
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
0.01%
+0.03
IHSG
7125.70
-0.03%
-1.80
LQ45
1019.97
-0.02%
-0.23
HSI
17805.09
-0.28%
-50.05
N225
26633.32
0.76%
+201.77
NYSE
13580.39
-1.57%
-216.61
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
790,953 / gram

Omicron Merajalela, Eks Direktur WHO: 89,1 Persen Terbanyak di Dunia dalam 30 Hari Terakhir

ECONOMICS
Binti Mufarida
Jum'at, 28 Januari 2022 10:15 WIB
Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan saat ini 89,1% varian Omicron paling banyak selama 30 hari terakhir.
Omicron Merajalela, Eks Direktur WHO: 89,1 Persen Terbanyak di Dunia dalam 30 Hari Terakhir
Omicron Merajalela, Eks Direktur WHO: 89,1 Persen Terbanyak di Dunia dalam 30 Hari Terakhir

IDXChannel - Varian Omicron saat ini semakin mendominasi dunia. Mantan Direktur World Health Organization (WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan saat ini 89,1% varian Omicron paling banyak selama 30 hari terakhir.

Tjandra mengatakan hal ini sesuai hasil sekuen dari 372.680 sampel yang dilaporkan ke database Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data (GISAID) bahwa 89,1% adalah varian Omicron.

“Dari data sampai 25 Januari 2022 menunjukkan bahwa dari 372.680 sampel sekuen yang dimasukkan ke GISAID dari berbagai negara di dunia berdasar spesimen yang dikumpulkan dalam 30 hari terakhir, maka 332.155 atau 89,1% adalah Omicron, jadi memang paling banyak dari yang dimasukkan ke GISAID,” ungkap Tjandra dalam keterangan yang diterima, Jumat (28/1/2022).

Sementara itu, varian Delta yang sempat mendominasi dan membuat gelombang Covid-19 di sejumlah negara bahkan rumah sakit banyak yang kolaps akibat varian ini saat ini hanya tercatat sebanyak 10,7% dari sampel.

“Lalu disusul varian Delta, 39.804 sampel sekuen 10,7%. Kemudian,  varian Gana 28 kurang dari 0.1%, selanjutnya varian Alfa 4 atau kurang dari 0.1%,” kata Tjandra.

Tjandra juga mengungkapkan bahwa varian of interest (VoI) yakni Mu dan Lambda juga kurang dari 0.1% dari hasil sekuen. “Varian lain yaitu Mu dan Lambda yang tergolong dalam VoI sebanyak 2 sekuen kurang dari 0.1%,” katanya. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD