AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Cakupan Vaksin Tinggi, WHO Pede Pandemi Covid-19 Berakhir di 2022

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Senin, 24 Januari 2022 11:03 WIB
WHO memprediksi pandemi Covid-19 berakhir di 2022. Hal ini sejalan dengan semakin tingginya cakupan vaksinasi dosis kedua dan ketiga di seluruh dunia.
Cakupan Vaksin Tinggi, WHO Pede Pandemi Covid-19 Berakhir di 2022
Cakupan Vaksin Tinggi, WHO Pede Pandemi Covid-19 Berakhir di 2022

IDXChannel - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi pandemi Covid-19 berakhir di 2022. Hal ini sejalan dengan semakin tingginya cakupan vaksinasi dosis kedua dan ketiga di seluruh dunia.

"2022 akan menjadi tahun terakhir pandemi Covid-19 yang sudah menewaskan 5,6 juta jiwa di seluruh dunia," terang laporan WHO dikutip dari Reuters, Senin (24/1/2022).

Harapan baik tersebut merujuk pada perkembangan vaksin generasi kedua dan ketiga, serta pengembangan lebih lanjut dari perawatan antimikroba dan inovasi lainnya yang tentunya akan memberi manfaat jauh lebih besar pada penanganan Covid-19.

"Kami sangat berharap bahwa Covid-19 akan menjadi penyakit yang relatif ringan yang mudah dicegah dan diobati nantinya," kata Mike Ryan, WHO's top emergency expert.

Jika infeksi virus Covid-19 dapat ditekan semaksimal mungkin, tambahnya, pandemi sangat mungkin bisa berakhir di 2022.

Meski begitu, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak agar China, negara tempat virus SARS-CoV2 pertama kali terdeteksi di akhir 2019,. mengungkapkan semua fakta sesungguhnya soal Covid-19

"Kami harus tahu asal-usul penyakit ini. Sebab, kami harus belajar dari apa yang terjadi saat ini agar di masa depan penanganan Covid-19 bisa lebih baik," terang Tedros.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD