IDXChannel - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memproyeksikan pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) yang bersumber dari limbah kelapa sawit sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi hijau sekaligus memacu akselerasi transisi energi nasional.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan inisiatif pengembangan Bio-CNG ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mengoptimalkan potensi limbah domestik guna menghasilkan sumber energi rendah karbon yang mampu memperkuat ketahanan energi serta mereduksi emisi gas rumah kaca.
Hokkop menegaskan komitmen PLN EPI untuk terus memacu transformasi limbah sawit menjadi energi yang memiliki nilai tambah signifikan bagi industri.
“Melalui kerja sama dengan pemilik konsesi dan pabrik kelapa sawit, Palm Oil Mill Effluent (POME) dapat diolah menjadi biometana yang kemudian dimurnikan menjadi Bio-CNG untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik,” ujar Hokkop dalam keterangannya, dikutip Minggu (7/6/2026).
Hokkop menilai Sumatera Utara menyimpan potensi besar dalam pengembangan Bio-CNG mengingat statusnya sebagai salah satu sentra industri kelapa sawit di tanah air. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 327 entitas perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut dengan dukungan 237 pabrik pengolahan yang potensial menjadi pemasok bahan baku biometana.