Sebagai langkah konkret, PLN EPI saat ini telah menjalin kolaborasi strategis dengan PT KIS Biofuels Indonesia yang memiliki keahlian teknologi dalam mengubah limbah cair sawit menjadi Bio-CNG. Pasokan Bio-CNG ini nantinya akan dialokasikan untuk menyokong operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan di Sumatera Utara, yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 1.184 MW dan berkontribusi terhadap 30 persen kebutuhan daya pada sistem kelistrikan Sumatera bagian utara.
Untuk memperluas adopsi Bio-CNG, PLN EPI secara konsisten membuka ruang kerja sama dengan berbagai pabrik kelapa sawit (PKS) agar limbah yang selama ini belum tergarap maksimal dapat dikonversi menjadi energi bersih bernilai ekonomis.
Hokkop menambahkan bahwa pengembangan biometana ini tidak hanya ditujukan untuk menekan penggunaan energi fosil, tetapi juga memberikan dampak lingkungan yang krusial sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi pelaku industri sawit melalui pemanfaatan limbah.
Selain mereduksi ketergantungan pada energi fosil, pemanfaatan biometana dipandang memberikan manfaat ekologis yang signifikan bagi keberlanjutan alam.
Seiring gas metana dari limbah cair sawit memiliki efek pemanasan global yang jauh lebih masif dibandingkan karbon dioksida, penangkapan gas tersebut sebagai sumber energi menjadi solusi andal dalam menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menghasilkan listrik terbarukan yang ramah lingkungan.
(Febrina Ratna Iskana)