AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

WHO Sebut Omicron Bukan Varian Covid-19 Terakhir, Ini Alasannya

ECONOMICS
Wilda
Minggu, 23 Januari 2022 13:47 WIB
Pandemi ini belum berakhir dan dengan pertumbuhan Omicron yang luar biasa secara global,
WHO Sebut Omicron Bukan Varian Covid-19 Terakhir, Ini Alasannya (FOTO:MNC Media)
WHO Sebut Omicron Bukan Varian Covid-19 Terakhir, Ini Alasannya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan bahwa varian baru dari virus COVID-19 akan terus muncul. Bahkan, varian Omicron tidak akan menjadi varian terakhir yang kita lihat dari novel penyebab SARS-CoV-2. virus corona. 

"Pandemi ini belum berakhir dan dengan pertumbuhan Omicron yang luar biasa secara global, varian baru kemungkinan akan muncul; itulah sebabnya pelacakan dan penilaian tetap penting," kata kepala badan kesehatan PBB Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir dari laman Times Now News pada Minggu (23/1/2022). 

Varian baru mungkin muncul, Omicron bukan jenis terakhir. WHO mengatakan pandemi tidak akan berakhir karena varian omicron bersubsidi di beberapa negara, memperingatkan tingginya tingkat infeksi di seluruh dunia kemungkinan akan menyebabkan varian baru saat virus bermutasi. 

"Kami telah dapat melacak varian baru seperti Omicron dan evolusi virus ini secara real-time, berkat upaya ribuan ilmuwan dan ahli di seluruh dunia. Lebih dari 7 juta sekuens genom utuh dari 180 negara kini telah dikirimkan ke GISAID yang awalnya dibentuk untuk melacak flu," jelasnya. 

WHO sebut Omicron bukan varian ringan. Kepala WHO memperingatkan, varian Omicron yang sangat menular dari SARS-CoV-2 adalah ringan dan bebas risiko. Mereka memperingatkan bahwa narasi palsu bahwa pandemi virus corona telah berakhir akan menyebabkan kerugian besar bagi umat manusia. 

"Omicron mungkin tidak terlalu parah secara rata-rata, tetapi narasi bahwa itu adalah penyakit ringan yang menyesatkan. (Pendekatan ini) merusak respons keseluruhan dan memakan lebih banyak nyawa. Jangan salah, Omicron menyebabkan rawat inap dan kematian. Dan bahkan lebih sedikit lagi. kasus parah membanjiri fasilitas kesehatan," tambah kepala WHO. 

“Kami mendengar banyak orang menyarankan bahwa omicron adalah varian terakhir, yang sudah berakhir setelah ini. Dan itu tidak terjadi karena virus ini beredar pada tingkat yang sangat intens di seluruh dunia,” ujar Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Covid-19 WHO. 

Dia mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk berinvestasi lebih banyak dalam sistem pengawasan sehingga virus dapat dikendalikan setidaknya sampai batas tertentu. 

Van Kerkhove mengatakan sekarang bukan waktunya untuk melonggarkan langkah-langkah kesehatan masyarakat, seperti membatasi pemakaian masker dan menjaga jarak fisik. Hanya memperkuat langkah-langkah ini yang dapat membantu mencegah gelombang infeksi di masa depan ketika varian baru muncul. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD