AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Omicron Tiba di Indonesia, Menkes Minta Masyarakat Tak Panik dan Khawatir

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Kamis, 16 Desember 2021 12:05 WIB
Menkes meminta masyarakat agar tidak khawatir dan panik berlebihan seiring dengan masuknya varian omicron ke Indonesia.
Omicron Tiba di Indonesia, Menkes Minta Masyarakat Tak Panik dan Khawatir (FOTO:MNC Media)
Omicron Tiba di Indonesia, Menkes Minta Masyarakat Tak Panik dan Khawatir (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat agar tidak khawatir dan panik berlebihan seiring dengan masuknya varian omicron ke Indonesia. 

Dengan situasi seperti saat ini, salah satu hal yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga protokol kesehatan agar jangan kendor dan tidak displin. 

Menkes Budi juga mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri karena sangat berpotensi untuk membawa masuknya virus.  

"Kurangi perjalanan ke luar negeri yang tidak penting. Sekarang penyebaran Omicron ini memang sangat cepat. Di Inggris yang tadinya cuman 10 per hari, sekarang sudah 70 ribu per hari. Lebih tinggi dari puncaknya di Indonesia pada Juli yakni 50 ribu kasus,” kata Menkes Budi, dalam Keterangan Pers Terkait Perkembangan Pandemi Covid-19 yang disiarkan langsung di channel YouTube Kementerian Kesehatan, Kamis (16/12/2021).  

Budi melanjutkan bahwa penularan varian baru Omicron ini sangat cepat, namun masyarakat respon masyarakat dalam menghadapi konfirmasi kasus Omicron pertama di Indonesia ini adalah tetap tenang dan waspada. 

Selain itu surveillance kesehatan juga harus terus dilakukan dengan baik yakni dengan melakukan tes pada pasien dengan kontak erat dan tes bagi para pelaku perjalanan.  

Selain itu pemerintah juga terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 di Indoensia. Khususnya bagi para lanjut usia (Lansia). Pemerintah menyediakan pula semua fasilitas dan obat-obatan, seperti Molnupiravir yang diklaim dapat menyembuhkan Covid-19 yang diprediksi datang pada akhir 2021.  

“Sekali lagi tolong liburan kali ini habiskan waktunya di dalam negeri. Tidak perlu ke luar negeri. Indonesia negara yang jauh lebih aman, dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia. Kita jaga keluarga kita dan seluruh rakyat Indonesia,” sebut dia. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD