AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Pangkas 143 BUMN Jadi 41, Erick: Kalau Banyak Tapi Tak Sehat, Hanya Jadi Sapi Perah

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Selasa, 15 Juni 2021 09:18 WIB
BUMN mencatat dari 143 perusahaan pelat merah, hanya 10 korporasi saja yang mampu berkontribusi ke negara.
Pangkas 143 BUMN Jadi 41, Erick: Kalau Banyak Tapi Tak Sehat, Hanya Jadi Sapi Perah (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat dari 143 perusahaan pelat merah, hanya 10 korporasi saja yang mampu berkontribusi ke negara. Perkara ini membuat pemegang saham mengambil langkah transformasi dengan mengurangi jumlah perseroan.  

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, proses pengurangan perusahaan terus dilakukan hingga mencapai 41 saja. Meski banyak BUMN yang tercatat sehat secara keuangan, namun tidak mampu memberikan hasil yang signifikan.  

"Sejak awal kami memberanikan diri bahwa BUMN nggak usah banyak-banyak, kita Alhamdulillah mampu memperkecil dari 143 ke 41. Kalau banyak jumlah yang sehat, juga gak ada hasilnya, akhirnya hanya jadi sapi perah," ujar Erick, Selasa (15/6/2021). 

Langkah perampingan tersebut sekaligus mempermudah Kementerian BUMN melakukan pengawasan. Tak hanya itu, Erick juga telah memangkas klaster-klaster BUMN yang ada. Tadinya, terdapat 27 kluster dan saat ini dipangkas menjadi 12 klaster BUMN. 

Adapun 12 kluster tersebut, yakni klaster energi dan gas, klaster minerba, klaster perkebunan dan kehutanan, klaster pupuk dan pangan, klaster farmasi, klaster industri pertahanan, klaster asuransi, klaster media, klaster infrastruktur, klaster pariwisata, serta klaster sarana dan prasarana. 

BUMN yang tidak terdaftar dalam klaster akan dimasukan ke dalam Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang sudah dia diterima. Di mana salah satu tugas PPA adalah melakukan restrukturisasi. 

"Dari 27 klaster menjadi 12 klaster. Dan diharapkan 12 klaster ini seperti klaster-klaster Himbara dan Telekomunikasi kita, yang pasarnya bebas, bersaing dengan swasta dan asing masih menang. Di Himbara kita punya tiga bank yang masuk fortune menjadi perusahaan besar, mandiri, BRI, BNI," ucap dia. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD