AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Pasar Tidak Pasti, Nilai Tukar Rupiah Lebih Rendah dari Thailand

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Rabu, 21 April 2021 08:21 WIB
Bank Indonesia melihat nilai tukar Rupiah pada April 2021 (per 19 April) mencatat depresiasi 1,16 persen secara rerata dan 0,15 persen secara point to point.
Pasar Tidak Pasti, Nilai Tukar Rupiah Lebih Rendah dari Thailand. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) melihat nilai tukar Rupiah pada April 2021 (per 19 April) mencatat depresiasi 1,16 persen secara rerata dan 0,15 persen secara point to point dibandingkan dengan level akhir Maret 2021. Nilai ini bahkan jauh lebih rendah dibandingkan Thailand.

"Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut seiring dengan masih berlangsungnya ketidakpastian pasar keuangan yang kemudian menahan aliran masuk investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik," kata Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Dengan perkembangan ini, Rupiah sampai dengan 19 April 2021 mencatat depresiasi sekitar 3,42 persen (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020, relatif lebih rendah dari sejumlah negara berkembang lain, seperti Brasil, Turki, dan Thailand.

"Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar," katanya.

Sementara itu, inflasi tetap rendah sejalan permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,08 persen (mtm) atau 1,37 persen (yoy).

Inflasi inti tetap rendah sejalan dengan pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target. 

"Inflasi kelompok volatile food tetap terkendali meski meningkat seiring faktor cuaca," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD