AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Pasca Kasus Antigen Bekas, Layanan Laboratorium Kimia Farma Medan Ditutup

ECONOMICS
Ahmad Ridwan Nasution
Jum'at, 30 April 2021 15:06 WIB
Pasca penggerebekan tersebut, kantor laboratorium Kimia Farma sepi dari aktifitas apapun.
Pasca penggerebekan tersebut, kantor laboratorium Kimia Farma sepi dari aktifitas apapun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap penggunaan alat antigen bekas padai di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Antigen tersebut didaur ulang di laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan R.A Kartini, Medan.

Pasca penggerebekan tersebut, kantor laboratorium Kimia Farma sepi dari aktifitas apapun. Bahkan di depan pagar terdapat selembar kertas bertuliskan bahwa pelayanan laboratorium dialihkan ke cabang Kimia Farma lainnya.

Sementara salah satu warga Medan, James Pardede mengungkapkan rasa khawatir untuk melakukan tes Rapid Antigen setelah mengetahui adanya kasus yang ebrhasil diungkpa kepolisian tersebut. "Saya harap ada kontrol dari pemerintah daerah untuk pelaksanaan Rapid tes baik di bandara maupun fasilitas publik lainnya,"ujar dia.

Sementara itu, PT Kimia Farma Tbk memecat para oknum petugas setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam kasus penggunaan kembali Alat Rapid Test Antigen di Bandara Kualanamu.

Selain pemecatan oknum petugas PT Kimia Farma Diagnostik, manajemen emiten juga menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib untuk dapat diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang–undangan yang berlaku. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD