Meski mencatat pertumbuhan, Rizal mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan koperasi desa, mulai dari keterbatasan modal kerja, infrastruktur penyimpanan dan outlet yang belum memadai, hingga kesiapan sumber daya manusia serta digitalisasi pencatatan.
Bulog, lanjut Rizal, terus melakukan pendampingan agar koperasi desa dapat berkembang menjadi pilar distribusi pangan yang andal.
"Kami mohon arahan, bimbingan, dan masukan serta arahan yang terbaik dari seluruh pemangku kepentingan agar Bulog ke depan dapat mampu melaksanakan langkah-langkah yang lebih strategis guna mewujudkan swasembada pangan dan keterjangkauan pangan nasional," kata Rizal.
(DESI ANGRIANI)