sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pedagang Daging Kompak Mogok Berjualan, Pembeli Pusing Tujuh Keliling

Economics editor Tangguh Yudha
22/01/2026 11:47 WIB
Aksi mogok jualan para pedagang daging se-Jabodetabek membuat sejumlah pasar tradisional di Jakarta kosong dari aktivitas perdagangan daging.
Pedagang Daging Kompak Mogok Berjualan, Pembeli Pusing Tujuh Keliling. (Foto Tangguh/IMG)
Pedagang Daging Kompak Mogok Berjualan, Pembeli Pusing Tujuh Keliling. (Foto Tangguh/IMG)

Keluhan serupa disampaikan Herman, pembeli daging yang juga pengusaha warung makan padang. Dia mengaku kerepotan dengan situasi ini, mengingat menu utama di warung makannya berbahan dasar daging.

"Enggak ada yang dijual hari ini. Saya jualan nasi, harus pasti pakai daging. Saya juga enggak tahu (harus bagaimana) kalau hari ini enggak ada yang jualan. Kalau warung padang enggak ada (jual lauk) daging, repot," katanya.

Sebagai informasi, Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta resmi mengumumkan aksi mogok berjualan daging sapi di seluruh pasar tradisional dan Rumah Potong Hewan (RPH) se-Jabodetabek selama tiga hari. Aksi tersebut berlangsung mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Kebijakan mogok jualan ini tertuang dalam Surat Nomor 175/PABB-APDI/I/2026 tentang Aksi Berhenti Berjualan Seluruh Pasar dan RPH Se-Jabodetabek. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas melonjaknya harga sapi hidup di tingkat feedloter yang berdampak langsung pada kenaikan harga daging sapi di pasaran.

DPD APDI menilai hingga saat ini belum ada kepastian maupun jaminan stabilitas harga dari pemerintah. Kondisi ini membuat pedagang daging sapi eceran semakin tertekan karena harga jual tinggi tidak sebanding dengan daya beli masyarakat yang terus melemah.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement