Matinya aliran listrik secara mendadak otomatis memicu kerusakan bahan baku dan melahirkan kerugian finansial secara langsung.
Menurut pandangannya, apabila tidak ada tindakan korektif yang radikal dalam tata kelola energi nasional, ancaman gangguan serupa akan terus membayangi dan berisiko memperluas stagnasi pada laju pertumbuhan ekonomi rakyat.
Sebagai informasi, gelombang pemadaman listrik bergilir di sejumlah titik di Pulau Jawa terpantau mulai terjadi sejak awal Juni 2026.
Gangguan interkoneksi sistem transmisi ini memicu pemutusan aliran daya sementara di kawasan permukiman hingga sentra industri, yang kemudian memantik keluhan massal dari para pelaku usaha komersial.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai mengalami perbaikan setelah sebelumnya terjadi pemadaman bergilir pada pekan lalu.